Simak 4 Panduan Pendaftaran merek Ini supaya Kamu Diterima

Saat ini, Kamu barangkali telah ketahui apa saja khasiat registrasi merk, serta Kamu juga jadi terus menjadi bergairah buat mendaftarkan merk produk yang Kamu miliki. Hendak namun, Kamu pula butuh tahu serta pahami kalau tidak seluruh registrasi merk hendak langsung otomatis diterima serta diloloskan.

Apakah ini maksudnya Kamu dapat langsung menyerah? Pasti saja tidak. Karena, terdapat 4 panduan berikut ini yang dapat Kamu peruntukan acuan buat membenarkan kalau merk yang Kamu daftarkan memiliki peluang besar buat diterima serta kesimpulannya disetujui, yang ditunjukkan melalui penerbitan sertifikat merk oleh Menteri Hukum serta HAM.

Lalu, apa saja ya panduan registrasi merk supaya jaminan diterimanya lebih besar? Ikuti penjelasannya berikut ini serta selamat membaca!

1. Yakinkan merk Kamu tidak memiliki faktor produk yang Kamu pasarkan.

Ingat kalau bukan cuma Kamu saja yang hendak mendaftarkan merk buat sesuatu jenis produk tertentu.

Contohnya, Kamu mempunyai produk sarung tenun. Buat merk yang Kamu daftarkan, jangan pakai salah satu ataupun kedua faktor tersebut selaku mereknya– sarung, tenun, ataupun sarung tenun. Sebab sekali lagi, bukan cuma Kamu yang memproduksi sarung tenun serta mendaftarkan merk buat produk yang sama.

Apabila Kamu nekat melaksanakannya, yang terdapat registrasi merk Kamu hendak langsung ditolak. Karena, mendaftarkan merk yang memiliki faktor jenis produk yang Kamu jual mengindikasikan itikad/ hasrat buat memonopoli nama tersebut.

2. Yakinkan merk tidak melanggar kedisiplinan universal serta isu SARA pendaftaran merek .

SARA merupakan singkatan dari Suku, Agama, Ras, serta Antargolongan, serta ialah isu yang gampang merangsang perseteruan serta perpecahan di tengah warga.

Oleh sebab itu, nyatanya jangan hingga merk yang hendak Kamu daftarkan memiliki isu SARA. Terlebih, isu ini dapat merangsang konflik kebencian, serta melanggar kedisiplinan universal.

Misalnya, Kamu merupakan produsen santapan mi. Walaupun mi memanglah secara sejarah berasal dari Tiongkok, bukan berarti lalu Kamu dapat mendaftarkan merk“ Mi Tiongkok”. Memilih nama lain yang leluasa isu SARA serta pastinya unik, semacam contoh merk mi yang telah lebih dahulu tersebar di pasaran– Mi Burung Dara, Indomie, serta yang lain.

3. Yakinkan merk tidak mempunyai faktor yang bisa menyesatkan.

Menyesatkan di mari artinya merupakan pemakaian gimmick yang universal digunakan produsen“ bandel” buat tingkatkan penjualan dengan metode menyesatkan pembeli.

Misalnya, untuk Kamu produsen kacamata, jangan hingga Kamu mendaftarkan merk dengan nama“ Kacamata Tembus Pandang”, sebab tidak terdapat kacamata dengan lensa yang membuat penggunanya dapat memandang menembus seluruh tipe permukaan. Jadi, memilih nama lain buat merk yang tidak hendak menyesatkan warga.

4. Yakinkan merk tidak mempunyai faktor yang telah didaftarkan terlebih dulu.

Kala Kamu hendak mendaftarkan merk ataupun malah baru hendak memilah nama merk di sesi dini formulasi bisnis, yakinkan merk tersebut tidak memiliki faktor suatu perihal lain yang telah terlebih dulu didaftarkan selaku Hak Kekayaan Intelektual( HKI).

HKI yang diartikan meliputi baik cipta, desain industri, DTLST, industri, merk, paten, ataupun varietas tumbuhan.

Selaku contoh, Kamu mempunyai bisnis toko bunga. Buat nama merk yang didaftarkan, jangan pakai nama Raflesia Arnoldii. Karena, nama tersebut telah lebih dahulu terdaftar selaku HKI, tepatnya Proteksi Varietas Tumbuhan. Solusinya, Kamu dapat“ pelintir” nama tersebut buat melenyapkan faktor yang diartikan dalam poin ini, ataupun seleksi saja nama lain yang lebih“ nyaman”.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *