7 Alasan Mengapa Anak Anda Harus Bermain Video Game

My Child Wants to Be a Professional Gamer: Help! – Career GamersKebijaksanaan konvensional menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan untuk bermain video game adalah waktu yang terbuang percuma. Persepsi umum adalah bahwa beberapa video game melatih otak dan, jika ada aktivitas fisik yang terlibat, biasanya gelombang pengontrol sesekali daripada apa pun yang akan membuat Anda berkeringat. Dan bukankah anak-anak harus bermain di luar, daripada duduk di depan layar lain?

Tidak terlalu cepat, kata banyak pakar dan peneliti parenting. Penelitian telah secara konsisten menunjukkan bahwa manfaat dari video game jauh lebih besar daripada yang dirasakan negatif. Meskipun video game harus diawasi, ada alasan bagus mengapa Anda harus membiarkan anak-anak Anda menghabiskan beberapa jam dalam seminggu membangun kota atau melawan alien. Inilah alasannya:

1. Video game mengajarkan pemecahan masalah
Video game membuat anak-anak berpikir. Ada lusinan gim video yang secara khusus ditujukan untuk pembelajaran, tetapi gim tembak-menembak paling dasar pun mengajarkan anak-anak untuk berpikir logis dan memproses data dalam jumlah besar dengan cepat, memperbaharui informasi dari Berita Game. Alih-alih secara pasif menyerap konten dari, katakanlah, acara TV, video game membutuhkan masukan konstan dari pemain untuk menceritakan kisahnya.

2. Video game bersifat sosial
Stereotip remaja berwajah pucat yang duduk di ruang bawah tanah ibunya bermain video game sendiri sudah ketinggalan jaman seperti “Space Invaders”. Banyak game memiliki basis penggemar online dan offline yang berkembang pesat, dan komponen komunitas yang sangat mendorong interaksi sosial.

3. Video game memberikan penguatan positif
Sebagian besar video game dirancang untuk memungkinkan pemainnya sukses dan dihargai atas kesuksesan itu. Tingkat keterampilan yang berbeda dan budaya permainan risiko-dan-hadiah berarti bahwa anak-anak tidak takut gagal dan akan mengambil beberapa kesempatan untuk mencapai tujuan akhir mereka.

4. Video game mengajarkan pemikiran strategis
Video game mengajarkan anak-anak untuk berpikir secara objektif tentang game itu sendiri dan kinerja mereka sendiri. Meskipun ada banyak game yang mengutamakan strategi, sebagian besar menetapkan tujuan keseluruhan dan memberi pemain banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut. Pemain juga mendapatkan umpan balik instan atas keputusan mereka dan dengan cepat mempelajari kekuatan dan kelemahan mereka sendiri.

5. Video game membangun kerja tim
Sebagian besar video game sekarang dirancang dengan opsi bermain kooperatif. Baik itu melawan penjajah alien, memecahkan teka-teki, atau berada di tim bobsleigh yang sama, video game menawarkan banyak kesempatan kepada anak-anak untuk bekerja sama secara konstruktif.

6. Video game meningkatkan koordinasi tangan-mata
Video game telah terbukti meningkatkan keseimbangan dan koordinasi banyak pasien dari korban stroke hingga mereka yang menderita Penyakit Parkinson . Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa ahli bedah yang secara teratur bermain video game membuat lebih sedikit kesalahan di ruang operasi dibandingkan non-gamer. Bahkan jika anak Anda sangat sehat dan tidak memiliki keinginan untuk menjadi ahli bedah atau pembuat jam, koordinasi tangan-mata yang baik adalah keterampilan yang sangat berharga untuk dimiliki.

7. Video game menyatukan keluarga
Jika Anda tidak bisa mengalahkan mereka, bergabunglah dengan mereka. Video game tidak hanya untuk anak-anak lagi. Mintalah anak-anak Anda untuk mengajari Anda beberapa gerakan dan Anda mungkin akan menemukan bahwa “Family Fun Night” sama menyenangkannya dengan permainan Clue dan Monopoli ketika Anda masih kecil!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *